7000 lebih Credit Card Palsu di Indonesia!
Wow! kata-kata itu yang pertama terucap saat menonton berita di televisi sore ini. Siapa yang tidak takjub sekaligus kaget mendengar dan melihat berita tentang pemalsuan CC di Indonesia terhadap + 31 bank penerbit credit card?
Perhatian saya sampai dialihkan untuk melihat dan telinga saya juga dipaksa harus mendengar sampai habis berita yang ada di televisi, padahal lagi asyik online di depan komputer dan lagi ngerjain sesuatu yang belum selesai.
Well, apa mau dikata…..Indonesia memang diakui sebagai salah satu pemalsu CC terbesar dan kalo boleh dibilang pintar banget kalo untuk urusan palsu memalsu. Rasanya baru saja mendengar berita tentang pemalsuan uang pecahan 100ribuan yang dikatakan kemiripannya dengan yang asli mencapai 90%. Buset dah! Hebat ya……
Saya mau sedikit cerita nih, kakak ipar saya yang memiliki showroom elektronik, sekitar 1 tahun lalu juga sempat menerima transaksi yang menggunakan CC aspal (asli tapi palsu). Pelaku sih katanya saat itu berjumlah sekitar 5 orang (3 orang laki-laki dan 2 perempuan) datang ke showroom kakak ipar saya sih berniat membeli barang-barang elektronik, diantaranya kamera digital, tv, kulkas, dvd player, dll….. belanjanya banyak banget sampe 25 jutaan. Nah bayarnya pakai cc palsu, tapi hebatnya lagi tuh cc palsu bisa tembus mesin EDC yang buat gesek cc nya, kertas slip transaksi cc nya pun berhasil keluar. Prosesnya ya biasa aja kyk cc asli.
Kebetulan waktu itu yang lagi jaga mertua kakakku, jadi mungkin mertuanya ngga sedikit pun menaruh curiga, namanya juga dapat rejeki, siapa yang ngga nolak coba? Alhasil kesemua pelaku berhasil dengan transaksinya. Barang-barang elektronik yang berukuran kecil spt: kamera, dvd player serta beberapa tv ada yang dibawa langsung selesai transaksi, sisanya minta di antar.
Nah kejadiannya mulai berlanjut lagi pas kakakku datang ke showroomnya dan diberitahu kalo barusan ada yang transaksi dengan jumlah besar dan bayarnya pakai CC. Alhasil kakakku yang agak was-was coba telpon ke card center bank penerbit cc nya dan menanyakan no cc dan nama pemilik cc berdasarkan slip transaksi yang keluar dari mesin edc. Setelah di cek ternyata no cc tersebut pemiliknya berbeda dengan yang ada di database bank tersebut. Wah tambah deh kakak ku tambah was-was, lalu segera melaporkan hal tersebut ke cabang bank lokal penerbit cc tersebut.
Lalu polisi pun datang beserta direksi bank untuk kroscek kejadiannya. Rencana disusun dan malamnya ke lima pelaku digerebek di tempat persembunyian mereka.
Dari hasil pemeriksaan polisi, ternyata para pelaku mengaku kalo mereka ternyata sudah melakukan aksi yang sama di hampir 10 kota di Indonesia. Kebayang kan berapa banyak toko/perusahaan yang ditipu dan berapa byk kerugiannya? Pelaku juga mengaku kalo ternyata mereka mendapatkan cc palsu itu di sebuah bar atau diskotik/ pub dari penawaran seorang pria yang mereka temui di sana. Pria itu menawarkan cc palsu itu seharga 1-5 juta per kartu, tergantung limit cc yang diberikan. Tau limitnya brp? ada yang mencapai 100 juta per kartu! Gilee….!
Yang menyebalkan sih katanya kakakku…..pihak kepolisian mengambil barang-barang yang sempat dibeli oleh pelaku dan dianggap sebagai barang bukti. Sial banget katanya, kita sebagai korban, sudah ngga dapat ganti rugi dari bank dengan laporannya atas transaksi yang aspal tsb, seharusnya jebolnya sistem bank mereka yang ditembus oleh pelaku pemalsu cc adalah juga sedikit banyak paling tidak karena lemahnya sistem dari bank. Jadinya, jangankan untung…barang kembali aja ngga, malah diambil sama polisi dengan alasan sebagai barang bukti. hhhmmmm……yah gitu deh…..biasa deh kalo liat hal kyk gitu……aku cuman kontan menjawab…”namanya juga Indonesia” ![]()
Dengan adanya kejadian itu, sampe-sampe jajaran direksi dari 5 bank besar di Indonesia dari jakarta datang langsung juga (showroom kakakku di kalimantan) untuk mengetahui kejadian sebenarnya, karena katanya sih direksi dari 5 bank tersebut juga kebetulan belakangan sebelum kejadian itu banyak mendapatkan kejadian laporan transaksi palsu yang semakin meningkat juga di berbagai kota di Indonesia.
Akhirnya sih katanya kakakku, dia berhasil minta bantuan dari salah satu pihak direksi bank tersebut untuk mengeluarkan barang-barang yang diambil polisi sebagai barang bukti tersebut. Kakakku meminta bantuan dengan mengatakan bahwa sebenarnya pihak bank seharusnya malah membayarkan transaksi yang berhasil di jebol pelaku, karena menurut kakakku sih itu berarti sistem bank mereka kan juga lemah. Untungnya pihak bank akhirnya membantu dan sekalian sih katanya sebagai bentuk terima kasih atas laporannya sehingga bisa membekuk para pelaku. Lalu selang 2 hari barang bukti tersebut semuanya dikembalikan oleh polisi.
So……dari cerita aku di atas semoga kita-kita pelaku IM yang notabene mau ngga mau pasti akan selalu berhubungan dengan kartu kredit bisa selalu waspada, hati-hati dan bisa menggunakannya dengan cara yang bijak. Mari kita berikan energi yang positif bagi bangsa kita…….aku yakin koq orang Indonesia banyak sekali yang pintar……oleh karena itu ayo kita sama-sama membangun Indonesia yang pintar dan bijaksana serta melakukan segala sesuatunya ke arah yang positif.
Tapi jangan pernah alergi ya sama kartu kredit karena berita dan kejadian di atas! optimis aja Indonesia bisa merubah semuanya ke arah yang lebih baik.
Wah,……panjang juga ternyata postingan kali ini ya……..ngga kerasa tangan sampe pegel…..
hehehehe……..
*tips: pastikan setiap kali transaksi online Anda, terutama yang menggunakan kartu kredit untuk memperhatikan di kolom address. Pastikan di kolom address menjadi “https://…………..” dimana huruf “s” itu berarti secure/aman. Atau bisa juga memperhatikan di bagian kanan bawah halaman situs Anda keluar icon ‘gembok’ atau tidak. Jika keluar icon ‘gembok’ itu berarti aman. CMIIW
Salam Internet Marketer Indonesia,
Kris Hartanto
Add comment February 11th, 2008



















